Cerita dimulai dari sepasang suami istri yang sedang membicarakan proses perceraian mereka di depan hakim. Simin -nama sang istri- berniat mengajukan gugatan cerai kepada suaminya. Alasannya sederhana, sang suami tidak bersedia diajak bermigrasi ke negara lain. Di lain pihak, Nader, sang suami, punya alasan tersendiri mengapa ia tak bersedia keluar dari negaranya. Ayahnya, yang tinggal bersamanya dan Simin menderita Alzheimer, dan jelas tak mungkin meninggalkan seorang tua renta sendirian. Apalagi orang tersebut adalah orang tua kita sendiri. Sayangnya, meskipun sang suami setuju bercerai, Simin tetap tak bisa meninggalkan Iran. Termeh, putri tunggal mereka memilih untuk tinggal bersama ayahnya. Buntu, Simin pun memutuskan untuk sementara tinggal bersama orang tuanya.
Tidak adanya sosok istri di rumah mau tak mau membuat Nader memperkerjakan seseorang untuk membantunya mengurus rumah sekaligus sang ayah. Dari sini hadirlah Razieh, seorang perempuan yang sedang mencari pekerjaan untuk membantu suaminya yang terlilit hutang. Bersama putri kecilnya, ia diterima bekerja di kediaman Nader.
Di hari pertamanya bekerja, ternyata Razieh harus langsung berurusan dengan ayah Nader. Merasa keberatan, Razieh pun menyatakan keinginannya untuk berhenti sambil menawarkan suaminya untuk menggantikannya. Nader pun setuju dengan usul Razieh tersebut. Namun anehnya, keesokan harinya Razieh kembali ke rumah tersebut. Dia hanya akan menggantikan suaminya untuk beberapa hari, begitu alasan yang diberikannya.
